Tuntaskan Perkara Kondensat,Kejagung Utus Dirtut Pidsus ke Bareskrim Polri

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) mendesak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melimpahkan berkas dan tersangka (tahap II) kasus korupsi penjualan kondensat TPPI dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

“Saya sudah perintahkan dirtut (direktur penuntutan pidana khusus) untuk koordinasi (dengan penyidik),” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Adi Toegarisman, Rabu (28/2).

Adi mengaku, selama ini koordinasi antar dua penegak hukum terus berjalan selama penanganan perkara tersebut. Dia mengutus dirtut pidsus agar penyelesaian kasus tersebut lebih serius. “Lebih sifatnya segera penyelesaian. Kira-kira begitu,” katanya.

Adi juga menegaskan kehadiran tersangka korupsi penjualan kondensat, yakni Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno merupakan perintah undang-undang. “Itu bukan soal sanggup tidak sanggup tapi di undang-undang wajib,” tegasnya.

Namun Kejagung tidak memberikan batas waktu kepada penyidik, tetapi Adi meminta agar perkara tersebut segera dituntaskan.

Hingga kini Polri masih melacak keberadaan Honggo Wendratno, karena tersangka kabur keluar negeri.

Honggo terakhir kali diketahui berada di Singapura untuk operasi jantung. Namun, dia dikabarkan sudah keluar dari rumah sakit sejak 2016.

Honggo merupakan salah satu tersangka dalam korupsi penjualan kondensat TPPI dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Tersangka lainnya mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono.(Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *