TP4 Telah Kawal Proyek Rp 1000 Triliun

JAKARTA-Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) selama tiga tahun terakhir telah mengawal proyek pemerintah senilai Rp 1000 triliun. Proyek tersebut merupakan proyek pemerintah di berbagai kementerian dan pemerintah daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jaksa Agung RI, M Prasetyo memastikan TP4 mengawal proyek proyek tersebut agar selesai sesuai target dan tidak menyalahi aturan. “Kami sudah kawal proyek dengan nilai hampir seribu triliun rupiah,” ujarnya dalam acara sambutan penandatanganan nota kesepahaman antara Kejaksaan RI dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan di Kejaksaan Agung, Kamis (1/3).

Prasetyo mengatakan, TP4 memberikan pendampingan pada tiap tahapan sesuai permintaan instansi. “Diharapkan penyimpangan yang bisa terjadi bisa kita minimalisir,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Budi Karya menegaskan pembangunan infrastruktur sedang dikebut sesuai program pemerintahan Joko Widodo. “Pembangunan ini bukan untuk gagag gagahan tapi untuk mengejar ketertinggalan,” ujarnya.

Kendati demikian, dia mengaku pembangunan yang telah berjalan kurang memperhatikan keselamatan. Sehingga pihaknya kini telah membentuk Divisi Keselamatan. “Karena ada human eror sehingga perlu divisi keselamatan,” ujarnya.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menambahkan, saat ini TP4 Kejaksaan sangat dibutuhkan di tengah pembangunan berbagai proyek infrastruktur.

“Selama ini kami sudah sangat dibantu, misalnya renovasi pembangunan Stadion Gelora Bung Karno, pembangunan Bendungan Paselloreng. Ini kebijakan dari presiden, dari penegak hukum untuk membantu,” ujarnya.

Sementara, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku, pihaknya telah lama menggandeng TP4 Kejaksan dalam berbagai proyek pembangunan, seperti pembebasan proyek pembangunan landasan pacu pesawat atau runway 3 Bandara Soekarno Hatta dan proyek lainnya.

“Bagaimana selesai secara finansial dan aturan hukum. Dengan preventif, kami harap dapat selesai sesuai dengan nilai proyek yang sudah ditentukan,” katanya.(Jul/r7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *