Tiga Pejabat Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim Diperiksa Kejagung

JAKARTA – Tiga pejabat Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur diperiksa tim penyidik pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun perusahaan tersebut tahun 2011-2016 yang merugikan negara Rp.229,8 miliar.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M. Rum mengatakan, ketiganya diperiksa sebagai saksi pada Senin (26/2), kemarin.

“Yaitu Eko Warjaya selaku staf bagian investasi dana pensiun, Chaerul Sanusi selaku Manager Investasi dan Yolios Rafli, mantan Dewan Pengawas Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur,” ujarnya, Selasa (27/2).

Menurut Rum, Eko dan Chaerul menerangkan mengenai investasi dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dengan PT. Anugerah Pratama Internasional dan PT. Strategis Management.

“Sedangkan Yolios Rafli menerangkan mengenai laporan yang terkait dengan investasi dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur,” terangnya.

Kasus itu bermula Dana Pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT Anugerah Pratama Internasional (PT API) dan PT Strategis Management (PT SMS) telah melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT. DAJK) dan PT Eurekaa Prima Jakarta (LCGP) yang dapat dikategorikan sebagai “repurchase agreement”(repo).

Namun pembelian repo bertentangan dengan Pasal 6 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun.

Akibat dari transaksi repo, Dana Pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp229.883.141.293 yang tidak bisa dikembalikan oleh PT Anugerah Pratama Internasional dan PT Strategis Management.(Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *