Lima Amanat Wakil Jaksa Agung Untuk Peserta Diklat TAK

JAKARTA-Wakil Jaksa Agung, Arminsyah memberikan lima pesan khusus kepada 529 peserta Pendidikan dan Pelatihan Teknis Administrasi Kejaksaan (Diklat TAK) Gelombang I Tahun 2018 saat menjadi inspektur upacara pembukaan Diklat TAK di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Selasa (6/2).

Dia meminta agar peserta diklat mengingat, memahami dan mengamalkan lima pesan tersebut selama mengabdi di Korps Adhyaksa.

“Saudara-saudara harus meningkatkan terus dan terus lima kecerdasan saudara,” ujarnya, Selasa (6/2).

Pesan pertama, kata Armin, yakni kecerdasan fisik. Tiap individu harus mempunyai badan yang sehat, karena menjadi modal utama dalam beraktifitas.

“Jadi kecerdasan fisik utama, harus kalian bangun dan terus menerus dibangun. Kalau di TNI atau Kepolisian ada samapta, harus mampu berlari dalam hitungan menit sekian kilo. Bangun kecerdasan fisik, harus sehat. Jadi itu penting sekali,” ujarnya

Kemudian, kecerdasan kedua, yakni kecerdasan ilmu pengetahuan. Menurut Armin, kecerdasan ini bersifat umum namun mesti terus ditingkatkan.

“Hari ini sampai 14 hari, pengetahuan administerasi saudara-saudara dibimbing dan dilatih sehingga menjadi pegawai yang benar-benar mampu di bidang satuan kerja masing-masing,” jelasnya.

Armin menambahkan, kelak Institusi Adhyaksa juga akan memberikan pembekalan dan bimbingan kepada peserta didik bila telah melewati tahap Diklat TAK dan menjadi pegawai kejaksaan, berupa pendidikan dan latihan kemampuan teknis, Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ), kursus peningkatan kemampuan komputer dan bahasa inggris yang juga menjadi salah satu syarat menempuh PPPJ.

“Perja (Peraturan Jaksa Agung) Kejaksaan mewajibkan bahwa seorang jaksa harus mempunyai kemampuan berbahasa inggris yang baik. Saudara diterima sebagai pegawai kejaksaan dengan toefl 450, harusnya pada saat saudara mengikuti pendidikan jaksa nanti harus dites toefl 550. Mungkin satu atau dua tahun kedepan kalian ikut PPPJ. Dites, dibawah 550 mungkin tidak ikut,” terangnya. Armin juga meminta agar pengetahuan yuridis juga terus ditingkatkan.

Lalu yang ketiga kecerdasan sosial. Menurut Armin, kecerdasan sosial juga tidak kalah penting. Kecerdasan tersebut akan didapat dalam bentuk bimbingan dan pengajaran tertentu agar terus meningkat. “Kita harus peduli lingkungan,” katanya.

Kelak, kata Armin, para peserta didik akan mempunyai kedudukan dan jabatan. Namun, bila seorang pemimpin tidak memiliki kecerdasan sosial, tiap kebijakan dan keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

“Apa lagi seorang pejabat mengambil keputusan untuk kepentingan pribadi sendiri. Ini tidak baik bagi seorang pejabat publik. Dia harus punya kepedulian sosial, masyarakat berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Kecerdasan keempat yakni, kecerdasan emosional. Insan Adhyaksa harus mampu bersabar, menahan dan mengendalikan diri dalam menghadapi suatu tekanan saat bekerja.

“Kalau normal mungkin biasa, pasti ada tekanan waktu, tekanan keadaan, tekanan lingkungan tapi tetap bekerja dengan baik. Objektif dalam mencari keadilan dan kebenaran,” ujarnya.

Sedangkan kecerdasan kelima yakni, spritual. Armin pun meminta agar peserta didik terus memompa semangat, ikhlas dan bekerja sungguh-sungguh dalam meraih sesuatu. Menurutnya, mereka merupakan calon-calon pemimpin masa depan Korps Adhyaksa.

“Dimana pun kalian ditugaskan, terima dan laksanakan tugas dengan baik. Insya Allah kalian jadi sukses semua. Tapi dari 531 sekian tidak mungkin semua jadi jaksa agung. Ada seleksi. Tapi Insya Allah untuk level tertentu bisa dilewati. 500 sekian, kepala kejaksaan negeri lebih dari 500,” katanya.

Diketahui sebanyak 529 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Teknis Administrasi Kejaksaan (Diklat TAK) Gelombang I Tahun 2018 di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Ragunan.

Para calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang berijasah sarjana hukum dan berasal dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia itu akan menjalani pendidikan dari tanggal 6 sampai 19 Februari 2018 di Ragunan, Jakarta, dibawah tenaga pengajar profesional.(jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *