JA Minta Pengadilan Malaysia Objektif

JAKARTA-Jaksa Agung HM Prasetyo meminta jaksa penuntut umum Malaysia untuk proporsional dalam menangani perkara pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, tahun lalu yang membelit terdakwa Warga Negara Indonesia (WNI), Siti Aisyah. Ia berkeyakinan Siti Aisyah hanyalah korban.

“Saya sendiri kan sering katakan, dia hanya lebih cenderung sebagai korban,” kata Prasetyo usai upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, ahir pekan kemarin.

Menurutnya, Siti Aisyah hanya merupakan korban karena dijebak oleh orang yang merekrutnya dengan dalih untuk program televisi.

“Dia tidak tahu persis. Di sini kita harakan jaksa di sana obyektif dan proporsional, ya karena untuk membunuh orang kan harus ada niatnya dan latar belakangnya apa. Apa niatnya saja kan enggak ada di situ.”

Dalam persidangan di Malyasia tim kuasa hukum terdakwa Siti Aisyah menilai investigasi yang dilakukan penegak hukum untuk mengusut kasus ini sangat buruk dan berat sebelah. Kuasa hukum wanita asal Vietnam terdakwa Doan Thi Huong juga menyampaikan pendapat senada.

Kuasa hukum kedua terdakwa berpendapat bahwa kliennya masing-masing direkrut untuk ambil bagian dalam acara prank atau lelucon di televisi. Menurutnya, mereka ditipu untuk melakukan pembunuhan yang tidak mereka ketahui melalui sebuah plot yang rumit oleh sekelompok agen asal Korea Utara (Korut).

“Investigasi ini tidak hanya buruk, tapi terlalu berat sebelah. Tuduhan itu tidak jelas dan jaksa telah gagal untuk membuat kasus prima facie terhadap terdakwa (Aisyah),” ujar Gooi Soon Seng, pengacara terdakwa Siti kepada Pengadilan Tinggi Shah Alam yang dilansir AFP.

Tim kuasa hukum juga menilai jaksa penuntut umum tidak bisa membuktikan bahwa kliennya mengoleskan racun saraf VX di wajah Kim Jong-nam. Dia juga merasa ada kejanggalan, karena Siti tidak menderita gejala apa pun setelah kontak dengan racun VX, yang digolongkan PBB sebagai senjata pemusnah massal.

Pengacara Doan, Hisyam Teh Pok Teik, menambahkan bahwa kliennya tidak bermaksud untuk menyebabkan kematian Kim Jong-nam. Doan tidak tahu bahwa cairan yang dia gunakan di wajah korban itu merupakan racun berbahaya.

“Jaksa telah gagal total dalam mengajukan kasus mereka,” kata Hisyam.”Para pembunuh yang sebenarnya adalah orang Korea Utara,” ujarnya.

Dalam perkara ini, empat warga Korut dituduh terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Namun mereka melarikan diri dari Malaysia setelah pembunuhan tersebut. Pengacara Siti dan Doan menuduh para warga Korut itu membayar kedua wanita itu untuk melakukan apa yang mereka yakini sebagai adegan prank untuk acara televisi.

Siti dan wanita asal Vietnam, Doan Thi Huong, dituduh membunuh Kim Jong-nam dengan mengoleskan racun syaraf di wajahnya saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur tahun lalu.(rohmanonly@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *