JA Apresiasi Putusan MK Tentang UU SPPA

JAKARTA-Jaksa Agung, M Prasetyo mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi Pasal 99 Undang-undang 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang diajukan sejumlah jaksa. Pasal tersebut diguguat karena rawan dari kriminalisasi terhadap jaksa.

“Sekarang dengan dikabulkan tidak ada lagi kriminalisasi pada jaksa saat melaksanakan tugasnya,” ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, akhir pekan kemarin.

Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAMPidum) ini yakin, dengan dikabulkannya gugatan tersebut, akan memotivasi para jaksa dalam menangani dan menyelesaikan tugas khusus perkara-perkara peradilan terhadap anak. “Ya akan lebih independen melaksanakan tuga-tugas dan lebih leluasa,” katanya.

Seperti diberitakan, dalam ketentuan lama, Pasal 99 UU SPPA memuat ancaman pidana 2 tahun penjara bagi jaksa yang tidak melepaskan anak lebih dari lima hari penahanan dalam periode penuntutan. Pasal tersebut dianggap berpotensi mengkriminalisasi dan mengganggu independensi jaksa dalam menjalankan tugasnya.

Putusan uji materi Pasal 99 UU SPPA diambil dalam rapat permusyawaratan sembilan hakim MK yang dipimpin oleh Anwar Usman, pada Senin (7/5).

Dalam pertimbangannya, Majelis menilai ancaman pidana pada pasal tersebut merupakan kriminalisasi terhadap pelanggaran administratif dalam penyelenggaraan sistem peradilan pidana anak.

“Ancaman ini juga berdampak negatif pada psikologis yakni ketakutan dalam mengadili suatu perkara sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum,” kata Anwar Usman.(jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *