Dirut PT SHS Jadi Tersangka

JAKARTA-Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan General Manager PT Sang Hyang Seri (PT SHS) Kantor Regional I, Saiful Bahri (SB) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kredit modal kerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) 46 dengan kerugian negara mencapai Rp65,4 miliar.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus), Warih Sadono mengaku telah menandatangani Surat Perintah Penetapan Tersangka pada April 2018 lalu.

“Jadi setelah ditemukan bukti yang cukup, kami langsung menetapkan SB selaku Dirut PT SHS sebagai tersangka,” tuturnya.

Warih juga menjelaskan alasan tim penyidik menaikan status SB dari saksi menjadi tersangka karena telah ditemukan alat bukti yang cukup dalam kasus tersebut.

Kejaksaan Agung juga telah lebih dulu menetapkan dua pejabat PT SHS lainnya, yakni mantan Kepala Divisi Keuangan PT SHS Pusat berinisial KP dan mantan Kepala Bagian Keuangan PT SHS berinisial HS yang diduga terlibat penyalahgunaan penggunaan kredit modal kerja (KMK) pada Kantor Regional I PT Sang Hyang Seri (Persero) Tahun 2012-2013.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga ke akar-akarnya,” katanya.

Kasus berawal saat PT. SHS menerima kredit modal kerja dari bank plat merah untuk tambahan modal kerja usaha pembenihan tanaman pangan dan penggadaan pupuk.

Namun para pelaku membuat pertanggungjawaban palsu atas penggunaan dana KMK sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp65 miliar.

Para tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 junctho Pasal 18, Pasal 3 junctho Pasal 18, Pasal 15 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Junctho Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.(jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *