Buron Kasus Banjir Kanal Barat,Dijebloskan Kejagung Ke Penjara

JAKARTA – Penyidik pidana khusus (pidsus) menjebloskan pejabat Pemda DKI Jakarta pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota Administratif Jakarta Barat berinisial AP ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI.

“Tersangka ditahan selama 20 hari terhitung dari tanggal 3 sampai 22 Maret 2018 berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-12/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 03 Maret 2018,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) M. Rum, Selasa (6/2).

Dijelaskan Rum, tersangka AP merupakan buronan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Kota administratif Jakarta Barat tahun 2013 yang melarikan diri sejak 2016.

“Tersangka ditangkap Tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tim Satgassus P3TPK) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dengan dibantu Resmob Mabes Polri di daerah Bojong Kulur Bogor, Jumat (2/3),” terangnya.

Rum juga menjelaskan, pada 2013, terasangka AP menjabat sebagai Kasi yang menjalankan proyek pengendalian banjir dengan nilai anggaran Rp 14.181.578.526, untuk kegiatan diantaranya infrastruktur saluran lokal, saluran drainase jalan, dan perbaikan pengendali banjir, “Namun diduga ada kerugian keuangan negara senilai Rp. 5.158.574.542,80 berdasarkan hasil audit BPKP,” katanya.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui beberapa terdakwa dalam kasua tersebut telah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, yakni Yoyo Suryanto bin Sutarya Raden Sugiyanto, Subari Nurhadi, “Lalu ada Heri Setyawan Heddy Hamrullah, Binahar Pangaribuan Ahmad Mawardy Eko Prihartono, Arnold Welly Arde, SE bin A. Doloksaribu,” ujarnya.(Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *