Anak Pendiri PT Astra Ditahan

JAKARTA-Direktur Ortus Holding Ltd yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energi (SUGI) Tbk, Edward Soeryadjaya ditahan oleh tim jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus, Senin (20/11). Edward merupakan putra sulung pendiri PT Astra Intetnasional, William Soeryadjaya.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman mengungkapkan, tersangka Edward ditahan sebagai tersangka perkara korupsi
dalam pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) tahun anggaran 2014-2015 khususnya pada penempatan investasi saham di PT SUGI. Tersangka ditahan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Adi mengatakan, tim jaksa penyidik menahan tersangka Edward dengan alasan telah memenuhi syarat obyektif penyidikan dan subyektifitas penyidik yang diatur dalam prosedur penahanan tersangka. Adapun alasan alasan tersebut di antranya tersangka tidak koperatif karena selama ini tidak pernah memenuhi pemanggilan penyidik, tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti dan dikhwatirkan mempengaruhi saksi saksi.

“Tiga kali dipanggil tidak hadir,” ujar Adi di Kejaksaan Agung, kemarin.

Dia menjelaskan, kerugian negara dalam kasus itu berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp 599 miliar. Adapun, kerugian tersebut disebabkan pembelian harga saham PT Sugi yang kemahalan, yaknipada saat transaksi harga saham PT Sugi dibeli dengan harga Rp 260 per lembar, meskipun pada saat itu kondisi harga sahamnya sedang hancur. Di mana, harga saham perusahaan itu hingga tahun ini tertinggi hanya Rp 50 per lembar. “Ada miliaran lembar saham yang dibeli.”

Adi menegaskan, pihaknya akan membuktikan di persidangan nanti dengan data-data yang telah dimiliki bahwa pembelian harga saham itu kemahalan.
“Memang arena pembuktian itu di persidangan.”

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan RI, M Rum mengungkapkan, kasus dengan tersangka Edward itu merupakan pengembangan perkara yang sama dengan tersangka mantan Presdir Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) M Helmi Kamal Lubis. Di mana perkara M Helmi Kamal Lubis saat ini tengah bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Rum menjelaskan, dalam pengelolaan dana pensiun PT Pertamina tahun anggaran 2014-2015, telah dilakukan penempatan in’estasi berupa saham ELSA, saham KREN, saham SUGI, dan saham MYRX dengan jumlah total Rp 1,351 triliun yang diduga tanpa melalui prosedur yang berlaku. Edward ditetapkan sebagai tersangka seperti yang tertuang dalam surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-93/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017. Edward dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dia mengatakan, tersangka Edward diduga telah menikmati keuntungan yang diperoleh dari hasil pembelian saham SUGI yang dilakukan oleh Muhammad Helmi Kamal Lubis.(r7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *