Amanat Jaksa Agung RI*

Dalam semangat penuh impian dan harapan untuk mendapatkan kehormatan karena memiliki wahana tempat pengabdian yang membanggakan, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Watta’ala, atas bimbingan, perlindungan, limpahan rahmat dan karunia yang kita dapatkan dariNya sampai saat ini, , sehingga kita semua memiliki kesempatan dan kekuatan untuk terus dapat bekerja dan berkarya bagi masyarakat, bangsa dan negara didalam sebuah bangunan besar Korps Adhyaksa milik bersama yang kita cintai ini. Dengan penuh asa seperti itu , tiada henti kita akan selalu berupaya menata dan memperbaiki diri untuk dapat mewujudkannya. Seperti halnya dengan apa yang kita laksanakan dalam upacara pelantikan dan serah terima jabatan beberapa Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Esselon II dilingkungan Kejaksaan Agung RI yang sedang kita laksanakan saat ini yang adalah merupakan ujung dari sebuah proses penilaian sementara, serangkaian evaluasi dan pengamatan dilakukan oleh unsur pimpinan Kejaksaan yang selanjutnya menghasilkan keputusan tentang penempatan, pengisian jabatan, mutasi, promosi untuk kepentingan pemantaban dan penyegaran yang langkah seperti ini sudah kita lakukan untuk yang ketiga kalinya dalam tahun 2017 ini.

Dalam konteks roda perputaran dan penyempurnaan organisasi, pergantian, mutasi dan promosi adalah merupakan bagian dari sebuah proses yang disamping bermakna sebagai tour of duty maupun tour of area tetapi juga dilakukan atas dasar penilaian obyektip dari pimpinan dan pengamatan bersama atas prestasi, dedikasi, loyalitas serta integritas seseorang yang dianggap dan telah terbukti memiliki kompetensi, kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk ditugaskan ditempat tertentu dan dalam posisi jabatan lain tertentu.

Sebagai sebuah dinamika meningkatkan kapasitas organisasi dan kwalitas personil agar memiliki dan memenuhi syarat kecakapan dan kemampuan yang handal, tangguh dan terpercaya maka seluruh keputusan promosi dan mutasi yang dilakukan, semata-mata haruslah dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan dari setiap insan Adhyaksa agar pada waktunya masing-masing siap untuk diproyeksikan menjadi penerus dan penerima estafet kepemimpinan dan pada gilirannya diharapkan ada diantara mereka yang harus mampu mengemban misi dan tugas mewujudkan Kejaksaan sebagai salah satu institusi penegak hukum yang teruji, terpuji dan terdepan di negeri ini.

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Menciptakan praktek, budaya dan iklim penegakkan hukum yang sepenuhnya hanya dimaknai demi dicapainya tujuan hukum tentang kemanfaatan, keadilan, dan kepastian didasari semangat penuh kesadaran, ketulusan dan kejujuran harus mewarnai dan dimiliki oleh segenap insan Korps Adhyaksa. Karena hanya dengan demikianlah masalah utama dan pekerjaan penting membangun dan memulihkan kembali kepercayaan masyarakat (public trust) pada penegakan hukum, khususnya kepada lembaga kita dapat kita raih dan wujudkan. Dengan meyakinkan semua pihak dan masyarakat bahwa Kejaksaan sebagai penegak hukum bukan hanya sekedar dianggap ada, namun lebih dari itu keberadaannya memang sangat diperlukan, diinginkan, diperhitungkan dan dihormati, dapat diandalkan dan dipercaya karena keluhuran harkat dan martabatnya. Semua konsepsi, pemikiran, langkah dan kebijakan yang semestinya dapat diimplementasikan oleh institusi dan jajaran Kejaksaan disemua tingkatan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti sektor pelayanan publik membuka akses dan memberikan kemudahan berurusan kepada masyarakat pencari keadilan, meningkatkan intensitas kwalitas dan kwantitas penanganan serta pembenahan dan penyempurnaan manajemen penyelesaian perkara, capacity building berupa penguatan profesionalitas dan integritas sumber daya manusia (SDM), penguatan kelembagaan, maupun pembangunan budaya hukum bagi masyarakat harus menjadi perhatian bersama secara berlanjut dan berkesinambungan.

Berkenaan dengan itu, kepada seluruh jajaran dan pimpinan khususnya kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi dan para pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung R.I. yang baru saja dilantik, harus dapat menterjemahkan apa yang menjadi bagian dari program reformasi hukum itu ke dalam “mind set” untuk dijabarkan dalam “aksi nyata” dalam menjalankan tugas, kewenangan dan kewajiban yang menjadi tanggung jawab bersama, sehingga gerak langkah kita dapat berjalan selaras dengan setiap halauan dan program kerja secara utuh menyeluruh, sebagaimana yang dituangkan dalam Nawa Cita Pemerintah saat ini. Yang untuk semua itu, dengan kemauan dan kemampuan yang ada, kita harus tampil memposisikan diri menjadi fasilitator dan agen perubahan (agent of change), yang hal tersebut diharapkan sekaligus akan mempercepat terbangunnya institusi dan aparatur Kejaksaan menjadi abdi hukum dan abdi masyarakat yang benar-benar profesional, bermartabat dan terpercaya.

Hadirin sekalian, segenap insan Adhyaksa yang saya berbahagia,

Secara jujur harus kita akui pula , tentang adanya anggapan di kalangan masyarakat yang masih menilai dan menyatakan bahwa penegakan hukum di Indonesia saat ini dianggap belum mampu memenuhi tuntutan dan harapan akan hadirnya keadilan dan kebenaran. Pandangan seperti itu harus diterima dan dimaklumi mengingat masih adanya beberapa fakta dan kenyataan yang menjadi dasar alasan serta faktor penyebabnya, antara lain berkenaan terdapat tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan, masih rendahnya kualitas dan integritas aparat penegak hukum, proses penegakan hukum yang kerap kali disertai banyak terjadinya penyimpangan, penyalah gunaan kewenangan, penyalah gunaan kekuasaan dan kurangnya transparansi dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya bila berbagai penyebab munculnya stigma dan penilaian negatip terkait penegakan hukum tersebut dijadikan sebagai bahan renungan untuk mencari solusi perbaikan dan bukan justru dijadikan sebagai bagian dari sebuah alasan untuk mencari pembenaran. Selaku aparat penegak hukum yang memiliki tugas, kewenangan dan tanggung jawab menempatkan kembali hukum menjadi sendi dan salah satu pilar utama penopang berdiri tegaknya Indonesia sebagai negara hukum yang menjadi dambaan bersama segenap warga masyarakat hal tersebut menjadi tugas utama segenap warga Korps Adhyaksa.
Dan untuk itu, entah sudah yang keberapa kalinya saya sampaikan yang saat ini perlu kembali saya ingatkan tentang betapa kita tidak boleh berhenti berusaha memenuhi ekspektasi masyarakat tentang harus ditegakkannya hukum dengan baik dan benar yang semua itu akan sangat bergantung pada tekad kuat kita bersama untuk segera melakukan perubahan mendasar, melakukan revolusi mental dikalangan dan dilingkungan diri kita.

Meski di tengah berbagai usaha keras yang dengan gigih sudah dan sedang kita lakukan tersebut, hingga saat ini masih ada saja diantara kita yang mencoba melakukan berbagai bentuk perbuatan tercela yang justru telah mencederai dan memperburuk kembali citra Korps Adhyaksa dan menjadikannya mendapatkan sorotan dan stigma negatif dari masyarakat, baik melalui laporan dan pengaduan yang disampaikan secara langsung , dalam bentuk unjuk rasa, maupun ditampilkan dalam berbagai pemberitaan di media masa, cetak, elektronik dan media daring lainnya atas adanya penyimpangan, penyalah gunaan kewenangan dan perbuatan tercela lainnya.

Oleh karena itu, saya minta dan perintahkan kepada saudara-saudara sekalian, para unsur pimpinan dan unsur pembantu pimpinan disemua unit satuan kerja di pusat dan daerah para Jaksa Agung Muda, Kabadandiklat, Direktur, Inspetur, Kepala Biro, Kepala Pusat, para Kajati dan Kajari, agar meningkatkan fungsi pengawasan melekat, serta memberikan suri tauladan kepada jajaran dilingkungan kerja masing-masing, mengamalkan nilai-nilai “Tri Krama Adhyaksa” dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, dalam kehidupan berkeluarga, maupun dalam kehidupan keseharian di tengah masyarakat, sehingga perbuatan tidak terpuji yang dapat mencederai citra korps dan dapat menggeneralisir menganggap semua warga Adhyaksa sama buruknya, tidak akan terjadi lagi sekarang dan di masa mendatang. “Biasakanlah melakukan sesuatu yang baik dan yang benar. Dan jangan mencari alasan pembenar atas sesuatu tidak baik dan tidak benar yang terbiasa dilakukan”

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Bagi para Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru, saya ingin menyampaikan agar segera melakukan penyesuaian diri, mempelajari dan mencermati situasi serta kondisi daerah penugasan masing-masing secepatnya. Disaat sekarang ini, penanganan dan penyelesaian berbagai persoalan ditengah masyarakat termasuk masalah hukum seringkali tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan, berpegang dan mengacu pada pendekatan juridish formal secara legalistik semata tanpa mengindahkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat.

Kejaksaan juga harus menampilkan diri sebagai bagian dari upaya mengedepankan pelayanan prima dalam penegakan hukum bagi masyarakat pencari keadilan dan bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang berada ditengah pusaran kompetisi dan persaingan dengan bangsa-bangsa lain didunia. Yang untuk itu pembangunan nasional bagi upaya meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat harus dilaksanakan terus secara berkelanjutan. Karenanya berdayakan dan aktipkan pengenalan dan pemanfaatan peran serta fungsi Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) sebagai bentuk komitmen bahwa Kejaksaan benar-benar hadir setiap saat dibutuhkan guna senantiasa mendukung program pembangunan baik program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah setempat.

Selanjutnya kepada para pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung saya harap kehadiran Saudara-saudara hendaknya mampu turut mengisi dan mewarnai lingkungan penugasan masing-masing, melalui pelaksanaan tugas dan posisi sebagai pembantu pimpinan dengan secara aktif, penuh inisiatif dan kesungguhan menemukan ide-ide dan konsep-konsep serta gagasan demi tercapainya hasil kerja optimal di bidang tugas masing-masing.

Saya juga sungguh-sungguh berpesan, jagalah amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh pimpinan kepada saudara-saudara dengan menunjukkan prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas kepada institusi, Korps dan masyarakat. Mencurahkan segala kemampuan dan pengetahuan yang di miliki diimbangi nilai-nilai akhlak, moral dan disiplin yang tinggi akan memberikan nilai, penghargaan dan pandangan yang membedakan satu sama lain atas diri kita masing-masing. Terbuka terhadap masukan dan kritikan menyadari kekurangan, kekeliruan dan kesalahan disertai usaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan setiap kekurangan dan kesalahan akan berbuah menjadi sebuah kekuatan. Sifat dan sikap loyalitas bukan semata menjadi monopoli atasan dari bawahannya tetapi hal yang sama dan sebaliknya perlu juga diberikan kepada semuanya termasuk terhadap anggota dan bawahan. Berani menyatakan yang benar itu benar dan yang salah adalah salah. Agar dengan demikian akan tercipta suasana kebersamaan ditengah budaya kekitaan yang menyenangkan dan menenteramkan.

Ibu-ibu segenap warga Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dan para Kepala Kejaksan Tinggi serta para Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung yang baru dilantik,

Dalam kesempatan yang membahagiaakan ini tidak lupa saya juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada para isteri dan suami yang dengan penuh ketekunan, kesabaran dan ketulusan telah mendampingi dan menjaga pasangan masing-masing selama bekerja dan berkarya. Dan atas nama pribadi maupun atas nama Pimpinan Kejaksaan kepada para pejabat baru saya mengucapkan selamat bertugas, disertai penghargaan dan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai sebelumnya. Saya yakin penempatan saudara-saudara pada posisi sekarang ini akan semakin memberikan nilai tambah dan manfaat bagi kemajuan lembaga kita.

Ucapan terima kasih serupa juga saya sampaikan kepada pejabat lama yang selama ini telah melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan dan pengabdian. Saya berharap ke depan saudara-saudara akan tetap bersemangat meningkatkan kinerja, seraya selalu memberikan kontribusi positif dalam mengemban dan melaksanakan tugas-tugas yang ada.

(*Amanat Jaksa Agung RI, M Prasetyo pada Acara Pengambilan Sumpah, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi dan Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin 23 Oktober 2017)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *