21 Orang Telah Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Anjag Piutang

JAKARTA-Tim jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Kejaksaan Agung telah memeriksa 21 orang sebagai saksi untuk perkara korupsi perjanjian jual beli anjag piutang antara PT Kasih Industri Indonesia dan PT PANN (Persero). Namun, hingga kemarin belum ada tersangka dalam kasus korupsi tahun anggaran 2007 tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan RI, M Rum mengungkapkan, sebayak 21 orang telah diperiksa sebagai saksi di antaranya Direktur PT Kasih Industri Indonesia, Mulyono dan staf operasional PT Kasih Industri Indonesia, M Dandy Tranggana. Keduanya dimintai keterangan tentang proses pengajuan anjag piutang (factoring) dari PT Kasih Industri Indonesia kepada PT PANN (Persero) serta mengenai penerimaan laporan terkait dengan pencatatan anjag piutang.

Rum menjelaskan, PT PANN (Persero) melakukan perjanjian jual-beli piutang (cessie) dengan PT Kasih Industri Indonesia. Dimana, salah satu perubahannya invoice diganti dengan bill of loading (surat pengangkutan jalan) yang mengakibatkan PT Kasih Industri Indonesia dapat menjual piutangnya di PT Indonesia Power kepada PT PANN (Persero). “Padahal hak tagih PT Kasih Industri Indonesia belum timbul dan dalam addendum perjanjian PT PANN mempunyai hak melakukan pengecekan langsung kepada PT Indonesia Power mengenai tagihan kepada PT Kasih Industri Indonesia terhadap tagihan dari PT Kasih Industri Indonesia yang jatuh tempo dan terhadap hal tersebut,” ujar Rum di Kejaksaan Agung, kemarin.

Rum mengatakan, PT PANN telah mengetahui jika PT Kasih Industri Indonesia telah memperoleh pembayaran dari PT Indonesia Power. Hal itu sesuai dengan surat yang disampaikan oleh PT Kasih Industri Indonesia kepada PT Indonesia Power dan PT PANN mengetahui bahwa pembiayaan anjag piutang PT Kasih Industri Indonesia telah jatuh tempo dan PT Kasih Industri Indonesia tidak memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran.

“Pembiayaan PT Kasih Industri Indonesia dinyatakan macet, namun tetap memberikan persetujuan untuk diberikan pembiayaan kepada PT Kasih Industri Indonesia, dan PT Kasih Industri Indonesia tidak pernah membayarkan anjag piutang kepada PT PANN,” ujarnya.(rohmanonly@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *